Bagaimana proses penyebaran virus corona? ini dia cara mencegahnya!

Infeksi virus Corona yang disebut COVID-19 ini pertama kali terjadi di kota Wuhan, China dan sekarang telah ditemukan di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Virus ini diperkirakan berasal dari hewan, seperti kelelawar dan unta, dan bisa menular dari hewan ke manusia, serta dari manusia ke manusia. Penularan antarmanusia kemungkinan besar melalui percikan dahak saat batuk atau bersin.

Ketika terinfeksi virus Corona, seseorang akan mengalami gejala mirip flu, seperti demam, batuk, dan pilek. Namun, beberapa hari setelahnya, orang yang terserang infeksi virus corona bisa mengalami sesak napas akibat infeksi pada paru-paru (pneumonia).

Bagaimana proses penyebaran virus corona? ini dia cara mencegahnya!
Sumber: alodokter.com

Proses penyebaran virus corona

Kita semua tahu bahawa masyarakat Indonesia kini tengah dihebohkan dengan merebaknya virus corona. Karena penyakit yang menyerang sistem pernafasan tersebut terpantau sudah merebak di Indonesia. Terakhir, setidaknya sudah 69 pasien di Indonesia yang dinyatakn positif corona.

Tenaga medis dan kesehatan pun kembali mengedukasi masyarakat terkait penyebaran virus corona tersebut. Masyarakat diminta untuk tak terlalu panik dan tetap menjaga kesehatan masing-masing.

Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Malang, dr Husnul Muarif menyampaikan, masyarakat tidak harus panik. 

Apabila mengalami gejala seperti batuk, pilek, atau sesak nafas agar segera memeriksakan diri ke puskesmas atau rumah sakit. 

Selain itu, untuk mencegah penularan agar masyarakat yang sakit mengenakan masker. "Tapi jika tidak sakit disarankan untuk tidak mengenakan masker. Masker hanya diperuntukkan bagi yang sakit saja," terangnya. Husnul menyampaikan, gejala utama dari virus corona adalah gangguan pernafasan. Namun dengan catatan gangguan pernafasan dialami eh pasiem yang sebelumnya memiliki riwayat mendatangi daerah yang terjangkit.

Selain itu juga pernah melakukan kontak dengan pasien yang terjangkit corona. "Jika tidak pernah berhubungan dengan itu, maka tidak harus panik. Karena sistem keamanan di seluruh pusat transportasi saat ini juga sudah diperketat," imbuhnya.

Lebuh jauh Husnul menyampaikan, penularan secara lokal yang saat ini memang perlu diwaspadai. 
  • Penularan tersebut dapat terjadi melalui bersin atau batuk yang mengeluarkan lendir. 
  • Terutama ketika lendir itu jatuh pada objek tertentu seperti kursi, meja, atau objek lainnya.
  • Ketika tak sengaja disentuh orang dengan daya tahan tubuh rendah, maka bukan tidak mungkin akan tertular. 


Itu sebabnya, dia menyarankan masyarakat untuk aktif mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir. 

Sehingga tangan dan tubuh akan tetap dalam kondisi bersih."Pencegahan paling utama adalah pada diri sendiri, agar tetap menjaga hieginitas dan kesehatan," terangnya lagi. silahkan baca cara mencegah penularan virus corona.

Langkah Mencegah Penularan Virus Corona

Hingga saat ini, belum ada pengobatan yang dapat menyembuhkan infeksi virus Corona. Oleh sebab itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengimbau agar masyarakat tidak memandang sepele penyakit ini dan senantiasa melakukan tindakan pencegahan.

Beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mencegah infeksi virus Corona adalah:

1. Mencuci tangan dengan benar

Mencuci tangan dengan benar adalah cara paling sederhana namun efektif untuk mencegah penyebaran virus 2019-nCoV. Cucilah tangan dengan air mengalir dan sabun, setidaknya selama 20 detik. Pastikan seluruh bagian tangan tercuci hingga bersih, termasuk punggung tangan, pergelangan tangan, sela-sela jari, dan kuku. Setelah itu, keringkan tangan menggunakan tisu, handuk bersih, atau mesin pengering tangan.

Jika Anda adalah pekerja komuter yang berada di dalam transportasi umum, akan sulit untuk menemukan air dan sabun. Anda bisa membersihkan tangan dengan hand sanitizer. Gunakan produk hand sanitizer dengan kandungan alkohol minimal 60% agar lebih efektif membasmi kuman.

Cucilah tangan secara teratur, terutama sebelum dan setelah makan, setelah menggunakan toilet, setelah menyentuh hewan, membuang sampah, serta setelah batuk atau bersin. Cuci tangan juga penting dilakukan sebelum menyusui bayi atau memerah ASI.

2. Menggunakan masker

Ada dua tipe masker yang bisa Anda digunakan untuk mencegah penularan virus Corona, yaitu masker bedah dan masker N95.

Masker bedah atau surgical mask merupakan masker sekali pakai yang umum digunakan. Masker ini mudah ditemukan, harganya terjangkau, dan nyaman dipakai, sehingga banyak orang yang menggunakan masker ini saat beraktivitas sehari-hari.

Cara pakai masker bedah yang benar adalah sisi berwarna pada masker harus menghadap ke luar, sementara sisi dalamnya yang berwarna putih menghadap wajah dan menutupi dagu, hidung, dan mulut. Sisi berwarna putih terbuat dari material yang dapat menyerap kotoran dan menyaring kuman dari udara.

Meski tidak sepenuhnya efektif mencegah paparan kuman, namun penggunaan masker ini tetap bisa menurunkan risiko penyebaran penyakit infeksi, termasuk infeksi virus Corona. Penggunaan masker lebih disarankan bagi orang yang sedang sakit untuk mencegah penyebaran virus dan kuman, ketimbang pada orang yang sehat.

Sedangkan masker N95 adalah jenis masker yang dirancang khusus untuk menyaring partikel berbahaya di udara. Jenis masker inilah yang sebenarnya lebih direkomendasikan untuk mencegah infeksi virus Corona. Meski demikian, masker ini kurang nyaman untuk dikenakan sehari-hari dan harganya pun relatif mahal.

Ketika melepaskan masker dari wajah, baik masker bedah maupun masker N95, hindari menyentuh bagian depan masker, sebab bagian tersebut penuh dengan kuman yang menempel. Setelah melepas masker, cucilah tangan dengan sabun atau hand sanitizer, agar tangan bersih dari kuman yang menempel.

3. Menjaga daya tahan tubuh

Daya tahan tubuh yang kuat dapat mencegah munculnya berbagai macam penyakit. Untuk menjaga dan meningkatkan daya tahan tubuh, Anda disarankan untuk mengonsumsi makanan sehat, seperti sayuran dan buah-buahan, dan makanan berprotein, seperti telur, ikan, dan daging tanpa lemak. Bila perlu, Anda juga menambah konsumsi suplemen sesuai anjuran dokter.

Selain itu, rutin berolahraga, tidur yang cukup, tidak merokok, dan tidak mengonsumsi minuman beralkohol juga bisa meningkatkan daya tahan tubuh agar terhindar dari penularan virus Corona.

4. Tidak pergi ke negara terjangkit

Tidak hanya Tiongkok, penyakit infeksi virus Corona kini juga sudah mewabah ke beberapa negara lain, seperti Jepang, Korea Selatan, Hongkong, Taiwan, India, Amerika Serikat, dan Eropa. Virus Corona juga sudah terkonfirmasi ditemukan di negara-negara tetangga Indonesia, seperti Singapura, Malaysia, Thailand, Vietnam, dan Filipina.

Agar tidak tertular virus ini, Anda disarankan untuk tidak bepergian ke tempat-tempat yang sudah memiliki kasus infeksi virus Corona atau berpotensi menjadi lokasi penyebaran coronavirus.

5. Menghindari kontak dengan hewan yang berpotensi menularkan coronavirus

Coronavirus jenis baru diduga kuat berasal dari kelelawar dan disebarkan oleh beberapa hewan mamalia dan reptil. Oleh karena itu, hindarilah kontak dengan hewan-hewan tersebut

Jika ingin mengonsumsi daging atau ikan, pastikan daging atau ikan tersebut sudah dicuci dan dimasak hingga benar-benar matang. Hindari mengonsumsi daging atau ikan yang sudah tidak segar atau busuk.

Bila Anda mengalami gejala flu, seperti batuk, demam, dan pilek, yang disertai lemas dan sesak napas, apalagi bila dalam 2 minggu terakhir Anda bepergian ke Tiongkok atau negara-negara lain yang sudah memiliki kasus infeksi virus Corona, segeralah periksakan diri ke dokter agar dapat dipastikan penyebabnya dan diberikan penanganan yang tepat.

Sumber:
Mas Can Jika ada yang mencari atau mebutuhkan jasa penulisan artikel, buat quotes, dan iklan usaha bisa hubungi saya di wa/hp: 085718480290 (candra fitriyanto)

0 Response to "Bagaimana proses penyebaran virus corona? ini dia cara mencegahnya!"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel