Pembahasan Laporan Kromatografi Lapis Tipis


Laporan Praktikum Resmi
Kereaktifan dan Mekanisme Reaksi Organik
Kromatografi Lapis Tipis

Data Pengamatan

Perbandingan Pelarut
Jumlah Noda
Rf
Diklorometana : Heksana
1
0,492
2:1


Diklorometana : Heksana
2
0,777
1:2

0,095

Perhitungan

·         Diklorometana : Heksana (2:1)
Rf = x/y
    = 3,1/6,3
    = 0,492
·         Diklorometana : Heksana (1:2)
Rf1 = x/y
       = 4,9/6,3
       = 0,777
Rf2 =x/y
       = 0,6/6,3
       = 0,095

Pembahasan

                Pada percobaan kali ini berjudul kromatografi lapis tipis.Percobaan ini memiliki tujuan yaitu untuk membuat pelarut yang cocok untuk senyawa yang diberikan,untuk mengukur Rf senyawa yang diberikan dan memiliki kecakapan dalam pemisahan,pemurnian atau identifikasi dengan kromatografi.Pada percobaan kromatografi lapis tipis ini menggunakan alat diantaranya adalah chamber,plat klt,propipet,pipet ukur 1 mL,pipet ukur v mL,lampu UV,tabung reaksi,mortar,erlenmeyer 25 mL,gelas beker 25 mL,pipa kapiler,lampu spiritus,kertas saring,dan corong gelas.Sedangkan untuk bahan yang digunakan dalam percobaan ini adalah sampel atau bahan alam,metanol,diklorometana,heksana dan kloroform.
Kromatografi merupakan teknik pemisahan campuran berdasarkan perbedaan kecepatan perambatan komponen dalam medium tertentu.Kromatografi lapis tipis (KLT) merupakan bentuk kromatografi planar,selain kromatografi kertas,dan elektroforesis.Kromatografi planar ini dapat dikatakan sebagai bentuk terbuka dari kromatografi kolom.Kromatografi lapis tipis (KLT) adalah kromatografi serapan,tetapi dapat juga merupakan kromatografi partisi karena bahan penyerap telah dilapisi air dan udara.Sistem ini sangat populer karena memberikan banyak keuntungan,yaitu peralatan yang digunakan sederhana,murah,waktu analisis yang singkat serta daya pisah cukup baik.Selain itu sampel yang dibutuhkan sangat sedikit.
Sampel yang digunakan adalah kunyit .Kunyit tersebut dikupas terlebih dahulu lalu diiris kecil-kecil lalu dihaluskan menggunakan alu dan mortar.Setelah halus kunyit ditetesi dengan metanol hingga larut.Setelah itu disaring menggunakan kertas saring dipisahkan senyawa yang terlarut dari kunyit tersebut.
Kromatografi merupakan teknik pemisahan untuk memisahkan komponen dalam suatu larutan berdasarkan perbedaan pada gerakan antara fasa diam dan fasa gerak.Dimana satu fasa yang tetap tinggal pada sistem disebut fasa diam.Fasa diam berupa plat tipis yang mempunyai ukuran sekitar 1x7 cm yang diberi garis batas bawah 1 cm dan batas atas 0,5 cm.Sedangkan fasa yang lain dinamakan fasa gerak,memperkolasi melalui celah-celah fasa diam.Fasa gerak dibuat dari campuran senyawa organik diklorometana (polar) dan heksana (nonpolar).
Dalam percobaan ini dilakukan dengan cara menotolkan sampel yang terbuat dari kunyit kebagian tengah dari garis bawah.Sebelum plat yang ditetesi cairan kunyit itu dimasukkan kedalam senyawa campuran organik,plat didiamkan terlebih dahulu sekitar 1 menit agar kandungan metanol menguap.Percobaan pertama perbandingan 1:2 sedangkan percobaan kedua adalah sebaliknya yaitu dengan perbandingan 2:1.
Untuk menghitung harga Rf menggunakan rumus sebagai berikut;
Rf = Jarak tempuh zat terlarut/Jarak tempuh pelarut
Pada percobaan pertama diperoleh pengamatan ada 1 noda dengan jarak tempuh zat terlarut sebesar 3,1 cm dan jarak tempuh pekarut sebesar 6,3 cm.Jadi harga Rf untuk percobaan yang pertama adalah sebesar 0,492.Sedangkan untuk percobaan yang kedua diperoleh ii noda yang masing-masing berjarak tempuh x1 sebesar 4,9 cm dan x2 sebesar 0,6 cmbdan jarak tempuh pelarut sebesar 6,3 cm.Sehingga diperoleh harga Rf1 sebesar 0,777 dan Rf2 sebesar 0,095.Artinya dapat diketahui pelarut yang cocok adalah diklorometana,dilihat dari percobaan yang kedua terdapat ii noda sehingga sampel pada plat dapat naik.

Kesimpulan

                Berdasarkan percobaan yang telah kami dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa
       1.       Pelarut yang cocok untuk pemisaha senyawa cuplikan kunyit dengan metode kromatografi lapis tipis adalah diklorometana : heksana dengan perbandingan 2:1.
      2.       Harga Rf untuk eluen diklorometana : heksana (1:2) adalah sebesar 0,492 sedangkan untuk harga Rf untuk eluen diklometana : heksana (2:1) adalah sebesar 0,777 dan 0,095.

Tugas setelah Praktikum

      1.       Bagaiman cara untuk  menentukan pelarut yang cocok untuk sampel tertentu ?
Jawab : Cara untuk menentukan pelarut yang cocok untuk sampel tertentu yaitu umumnya dilakukan secara lawsuit dan fault atau coba-coba.Namun pedoman umum yang sederhana dan mudah dilakukan dalam memilih eluen adalah berdasar polaritas,kemampuan membentuk ikatan hidrogen dan reaktivitas suatu eluen.
      2.       Berapakah daerah Rf yang baik untuk identifikasi ?
Jawab : Daerah Rf yang baik adalah 0,12.

Tugas sebelum Praktikum

       1)      Menyiapkan bahan sampel alam.
       2)      Mempelajari pembuatan ekstrak dari bahan alam yang disiapakan
Pembuatan ekstrak yang disiapkan dari bahan alam dengan menghaluskan bahan alam dengan mortar kemudian ditambah sedikit metanol,lalu renda sebentar kemudian memisahkan filtrat dengan kertas saring dan diperoleh ekstrak bahan alam.
      3)      Mempelajari sifat-sifat dari beberapa pelarut organik
Sifat-sifat senyawa organik
-          Mudah menguap
-          Mudah terbakar
-          Memiliki titik didih rendah
      4)      Mempelajari beberapa teknik pemisahan;maserasi,ekstraksi,kromatografi.
-          Maserasi : Proses perendaman sampel menggunakan pelarut organik pada temperatur ruangan.
-          Ekstraksi : Proses pemisahan suatu zat berdasar perbedaan kelarutannya tehadap dua cairan yang tidak saling melarutkan.
-          Kromatografi : Teknik pemisahan untuk memisahkan komponen dalam suatu larutan berdasarkan perbedaan pada gerakan antara fase diam dan fase gerak.   
      5)      Mempelajari guna kromatografi lapis tipis
Kegunaan kromatografi lapis tipis yaitu untuk memisahkan komponen senyawa dalam campuran berdasarkan adsorbsi atau partisi pada lembaran lapis tipis terbuka.

Daftar Pustaka

·         Harborne.1987.Metode Fitokimia.Bandung:Penerbit ITB.
·         Khopkar.2007.Konsep Dasar Kimia Analitik.Jakarta:UI Press.
·         Lide,David.2001.Penuntun Dasar-Dasar Pemisahan Analitik.Kendari:Universitas Halueleo.
·         Rohman,Abdul.2009.Kormatografi untuk Analisis Obat.Jakarta:Graha Ilmu.
·         Sofia,Lenny.2006.Isolasi dan Uji Bioaktifitas Kadungan Kimia Utama Puding Merah dengan Metode Uji Brine Shrimp.Sumatra Utara:USU.

0 Response to "Pembahasan Laporan Kromatografi Lapis Tipis"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel