In Feed Ads

Reaksi Kimia Membentuk Dan Memutus Ikatan Kimia

Reaksi kimia membentuk dan memutus ikatan kimia

   Pembentukan dan pemutusan ikatan kimia yang menyebabkan perubahan komposisi materi disebut reaksi kimia (chemical reaction). Forosintesis yang berlangsung dalam sel-sel jaringan hijau adalah contoh penting mengenai reaksi kimia menyusun ulang materi. Salah satu faktor yang mempengaruhi laju reaksi adalah konsentrasi reaktan. Semakin besar konsentrasi molekul reaktan, semakin sering pula reaktan bertumbukan dan berkesempatan untuk bereaksi membentuk produk. Kesetimbangan kimia (chemical equilibrium) adalah titik dimana kedua reaksi saling membatalkan atau berhenti dikarenakan konsentrasi keduanya telah menjadi stabil pada rasio tertentu.

Pembentukan dan fungsi molekul bergantung pada ikatan kimia antar atom

A. Ikatan kovalen

   Ikatan kovalen (covalent bond) adalah penggunaan bersama sepasang elektron valensi oleh dua atom. Ikatan kovalen dibagi menjadi :

a. Ikatan kovalen tunggal (single bond) yaitu penggunaan sepasang elektron untuk bersama. Contoh ikatan pada H2 yang dapat ditulis H-H.
b. Ikatan kovalen rangkap dua yaitu penggunaan dua pasang elektron untuk bersama. Contoh ikatan pada O2.
Setiap atom yang dapat berbagi elektron valensi memiliki kapasitas pengikatan yang sesuai dengan jumlah ikatan kovalen yang dapat dibentuk oleh suatu atom. Ketika ikatan tersebut terbentuk maka elektron pada kulit valensi menjadi lengkap dan berpasangan.
Elektronegatifitas adalah gaya tarik atom jenis tertentu terhadap elektron-elektron pada suatu ikatan kovalen. Jika elektronegatifan suatu atom kuat maka kuat pula atom tersebut menarik elektron yang digunakan bersama kearah dirinya. Berdasarkan ini dibagi menjadi dua yaitu :

1. Ikatan kovalen nonpolar yaitu ikatan antar dua atom dari unsur sama dan hasil tarik menarik elektron digunakan bersama dalam keadaan seimbang. Contoh ikatan pada H2 dan O2.
2. Ikatan kovalen polar yaitu dalam senyawa lain ketika atom berikatan dengan atom yang lebih elektronegatif dan elektron-elektron dalam ikatan itu tidak digunakan secara setara. Contoh ikatan pada H2O.

B. Ikatan Ionik

   Terbentuk antara dua ion apapun yang memiliki muatan berlawanan. Ketika Na+ bertemu dengan Cl  ̄ terbentuklah NaCl yang merupakan ikatan ion. Senyawa yang terbentuk oleh ikatan ion disebut senyawa ionik. Atom bermuatan disebut ion. Atom bermuatan positif disebut kation, dan bermuatan negatif disebut anion.

C. Ikatan Kimia Lemah

   Ikatan yang lebih lemah didalam dan diantara molekul sangat penting didalam sel yang berperan besar bagi sifat emergen kehidupan. Seperti mempertahanakan molekul biologis dalam bentuk fungsional. Ikatan lemah juga menguntungkan ketika dua molekul sel bersentuhan lalu melekat secara temporer dan kemampuan kembali ke kondisi semuala (reversibilitas) dibantu oleh ikatan lemah.

D. Ikatan Hidrogen

    Terbentuk ketika atom hidrogen berikatan kovalen dengan atom elektronegatif juga tertarik ke atom elektronegatif lain. Contoh ikatan hidrogen antara body of water dengan NH3.

E. Interaksi Van der Walls

   Terjadi ketika atom dan molekul sangat berdekatan. Baru-baru ini ikatan van der walls ditunjukan sebagai penyebab cicak mampu berjalan di dinding. Setiap jari cicak memiliki ratusan ribu rambut halus, dengan banyak penjuluran pada ujung rambut yang meningkat luas permukaannya. Interaksi van der walls antara molekul ujung rambut dan molekul permukaan dinding sedemikian banyak. Akbiatnya, meski ikatan tersebut lemah namun secara bersama interaksi tersebut menyokong bobot tubuh cicak.

F. Bentuk dan Fungsi Molekul

    Molekul yang terdiri atas dua atom misalnya H2 dan O2 selalu linear. Namun molekul yang dengan lebih dari dua atom memiliki bentuk yang lebih rumit. Bentuk molekul ditentukan oleh posisi orbital valensi atomnya. Misal molekul air H2O, dua orbital hibrid dalam kulit valensi atom oksigen digunakan bersama dengan atom hidrogen. Hasilnya adalah molekul yang berbentuk V dengan dua ikatan kovalen terpisah yang membentuk sudut 104,5 derajat.
Bentuk molekul bersifat krusial dalam biologi karena menentukan bagaimana molekul-molekul biologis saling mengenali dan merespon secara spesifik.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel