In Feed Ads

Pembahasan Analisis Kation Golongan 1 Dan Two (Analisis Ion Ag+)

PEMBAHASAN LAPORAN PRAKTKUM RESMI
DASAR-DASAR KIMIA ANALISIS
KATION GOLONGAN I DAN II


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM Pembahasan Analisis Kation Golongan I dan II (Analisis Ion Ag+)

Disusun oleh :
Nama : Sahril Fadila
NIM : 17307141021
Kelompok : nine ( Sembilan )
Kelas : Kimia B


LABORATORIUM KIMIA ANALISIS
JURUSAN PENDIDIKAN KIMIA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA 2018


Pembahasan dan Kesimpulan


A. Analisis Ion Ag⁺


a. 5 tetes larutan HCl (aq)+5 tetes larutan AgNO3(aq)

v tetes larutan asam klorida direaksikan dengan v tetes larutan perak nitrat menghasilkan endapan perak klorida yang berwarna putih dan larutan menjadi berwarna putih keruh. Berdasarkan teori,apabila larutan asam klorida direaksikan dengan larutan perak nitrat akan membentuk endapan putih perak klorida sesuai dengan reaksi;
Ag⁺ (aq) + Clˉ (aq) ----> AgCl (s)

Hasil percobaan menunjukan hasil yang sesuai dengan teori sehingga percobaan sesuai dengan teori yang ada.

- Endapan + v tetes larutan NH4OH (aq)
Endapan putih perak klorida direaksikan dengan v tetes larutan amonia menghasilkan larutan yang semula berwarna keruh menjadi bening dan endapan larut dalam larutan. Berdasarkan teori, larutan amonia encer melarutkan endapan dan terbentuk ion diaminargentat dengan reaksi berikut;
AgCl (s) + 2NH3 (aq) ----> ( Ag(NH3)2 )⁺ (aq) + Clˉ (aq)

Molekul amonia melarutkan ion Ag⁺ dan Clˉ yang membentuk endapan. Hasil percobaan menunjukan hasil yang sama dengan teori sehingga percobaan sesuai dengan teori yang ada.

- Endapan + v tetes larutan Na2S2O3 (aq)

Endapan putih perak klorida direaksikan dengan v tetes larutan natrium tiosulfat menghasilkan larutan menjadi berwarna kekuningan. Berdasarkan teori,reaksi antara endapan perak klorida dengan larutan natrium tiosulfat akan melarutkan endapan dan membentuk ion kompleks ditiosulfatargentat sesuai dengan reaksi berikut;

AgCl (s) + 2S2O3ᶟˉ (aq) ---> ( Ag(S2O3)2 )3ˉ (aq)

Hasil percobaan menunjukan hasil yang tidak sesuai dengan teori,karena pada reaksi yang direaksikan tidak hanya endapan perak klorida saja tetapi kemungkinan masih ada ion-ion dari larutan yang direaksikan sebelumnya.

b. 5 tetes larutan Na2S2O3 (aq)

v tetes larutan natrium tiosulfat direaksikan dengan v tetes larutan perak nitrat menghasilkan endapan perak tiosulfat yang berwarna coklat. Berdasarkan teori, terbentuk endapan perak tiosulfat yang semula berwarna putih,akan tetapi endapan ini tidak stabil akan berubah menjadi gelap setelah didiamkan sesuai dengan reaksi;

2Ag⁺ (aq) + S2O3ᶟˉ (aq) ---> Ag2S2O3 (s)

Hasil percobaan menunjukan hasil yang sama dengan teori. Sehingga percobaan sesuai dengan teori yang ada.

- Endapan + v tetes larutan NH4OH (aq)

Endapan perak tiosulfat direaksikan dengan v tetes larutan amonia menghasilkan endapan coklat perak tiosulfat yang larut. Berdasarkan teori, endapan coklat perak tiosulfat larut kembali karena terbentuk ion kompleks sesuai dengan reaksi;

Ag2S2O3 (s) + NH3 (aq) ---> 2( Ag((NH3)2 )⁺ (aq)

Hasil percobaan menunjukan hasil yang sama dengan teori sehingga percobaan sesuai dengan teori yang ada.

- Endapan + v tetes larutan Na2S2O3 (aq)
Endapan coklat perak tiosulfat direaksikan dengan v tetes larutan natrium tiosulfat menghasilkan endapan perak tiosulfat yang semula berwarna coklat menjadi berwarna hitam. Berdasarkan teori, natrium tiosulfat melarutkan endapan dengan membentuk ion kompleks ditiosulfatargentat seseuai dengan reaksi;

Ag2S2O3 (s) + 3Na2S2O3 (aq) ----> ( Ag(S2O3)2 )3ˉ (aq) + 6Na⁺ (aq)

Hasil percobaan menunjukan hasil yang tidak sesuai dengan teori karena endapan tidak larut.

c. NH3 (aq) + v tetes larutan AgNO3 (aq) sampai endapan yang terbentuk larut kembali

v tetes larutan amonia direaksikan dengan v tetes larutan perak nitrat menghasilkan larutan putih keruh dan terdapat endapan perak oksida. Berdasarkan teori, reaksi antara larutan amonia dengan larutan perak nitrat akan terbentuk endapan coklat perak oksida sesuai denga reaksi;

2Ag⁺ (aq) + 2NH3 (aq) + body of water (l) ----> Ag2O (s) + 2NH4⁺ (aq)

Hasil percobaan menunjukan hasil yang sesuai dengan teori. Kemudian larutan amonia ditambahkan sedikit demi sedikit ke larutan yang terdapat endapan perak oksida menghasilkan endapan yang larut. Berdasarkan teori, pada kondisi berlebih endapan perak oksida akan larut dalam larutan amonia karena membentuk ion kompleks diaminargentat sesuai dengan reaksi;

Ag2O (s) + 4NH3 (aq) +H2O (l) ----> 2( Ag(NH3)2)ᶟˉ (aq) +2OHˉ (aq)

Hasil percobaan menunjukan hasil yang sama dengan teori sehingga percobaan sesuai dengan teori yang ada.

d. 5 tetes K2CrO4 (aq) + v tetes larutan AgNO3 (aq)

v tetes larutan kalium kromat direaksikan dengan v tetes larutan perak nitrat menghasilkan endapan perak kromat yang berwarna merah bata dan larutan berwarna merah kekuningan. Berdasarkan teori, akan terbentuk endapan merah perak kromat dari reaksi larutan kalium kromat dengan larutan perak nitrat sesuai dengan reaksi;

2Ag⁺ (aq) + CrO4ᶟˉ (aq) ---> AgCrO4 (aq)

Hasil percobaan menunjukan hasil yang sama dengan teori.

- Endapan + v tetes larutan NH3 (aq)

Endapan perak kromat berwarna merah bata direaksikan dengan v tetes larutan amonia menghasilkan larutan yang berwarna kuning cerah dan endapan merah bata perak kromat larut kembali. Berdasarkan teori, yang menyebutkan bahwa endapan perak kromat larut dalam larutan amonia karena membentuk ion kompleks diaminargentar sesuai dengan reaksi;

AgCrO4 (aq) +4 NH3 (aq) ----> 2( Ag(NH3)2 )⁺ (aq)

Hasil percobaan menunjukan hasil yang sama dengan teori sehingga percobaan sesuai dengan teori yang ada.

- Endapan + v tetes larutan HNO3

Endapan perak kromat berwarna merah bata direaksikan dengan v tetes larutan asam nitrat menghasilkan larutan berwarna jingga dan endapan merah bata perak kromat larut kembali. Berdasarkan teori, yang menyebutkan bahwa endapan merah bata perak kromat larut di dalam larutan asam nitrat encer karena terbentuk ion-ion dikromat sesuai dengan reaksi;

ii AgCrO4 (aq) + 2H⁺ (aq) ---> 4Ag⁺(aq) + CrO7ᶟˉ (aq) + body of water (l)

Larutan yang diasamkan tersebut akan berubah menjadi berwarna jingga. Hasil percobaan menunjukan hasil yang sama denga teori sehingga percobaan sesuai dengan teori yang ada.

e. Tidak dilakukan percobaan

f. 5 tetes larutan KI (aq) + v tetes larutan AgNO3 (aq)

v tetes larutan kalium iodida direaksikan dengan v tetes laruan perak nitrat menghasilkan endapan perak iodida yang berwarna kuning. Berdasarkan teori, reaksi antara larutan kalium iodida dengan larutan perak nitrat menghasilkan endapan kuning perak iodida sesuai dengan reaksi;

Ag⁺ (aq) + Iˉ(aq)  ----> AgI (s)

Hasil percobaan menunjukan hasil yang sama dengan teori sehingga percobaan sesuai dengan teori yang ada.

- Endapan + v tetes larutan NH3 (aq)

Endapan kuning perak iodida direaksikan dengan v tetes larutan amonia menghasilkan endapan tidak larut dan larutan tidak berubah. Berdasarkan teori, endapan perak iodida tidak dapat larut dalam larutan amonia encer ataupun pekat,sehingga tidak terjadi reaksi diantara keduanya sesuai dengan reaksi;

AgI (s) + NH3 (aq) ---/-->

- Endapan + v tetes larutan Na2S2O3 (aq)

Endapan kuning perak iodida direaksikan dengan v tetes larutan natrium tiosulfat menghasilkan endapan tidak larut dan larutan tidak berubah. Berdasarkan teori, endapan kuning perak iodida larut dalam larutan natrium tiosulfat karena membentuk ion kompleks ditiosulfatargentat sesuai dengan reaksi;

AgI (s) + 2S2O3ᶟˉ (aq) ----> nine Ag(S2O3)2 )3ˉ (aq)+ Iˉ (aq)

Hasil percobaan menunjukan hasil yang tidak sesuai dengan teori karena pada reaksi yang direaksikan tidak hanya endapan perak iodida saja tetapi kemungkinan masih ada ion-ion dari larutan yang sebelumnya.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Pembahasan Analisis Kation Golongan 1 Dan Two (Analisis Ion Ag+)"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel