Laporan Penentuan Besi (Iii) Oksida Secara Gravimetri

LAPORAN PRAKTIKUM RESMI
DASAR-DASAR KIMIA ANALITIK
PENENTUAN BESI (III) OKSIDA SECARA GRAVIMETRI


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM Laporan Penentuan Besi (III) Oksida Secara Gravimetri



Disusun oleh :

                                                           Nama : Sahril Fadila
                                                           NIM    :17307141021
                                                           Hari/tanggal : 29 Oktober 2018
                                                           Kelompok : nine (Sembilan)

LABORATORIUM KIMIA ANALISIS
JURURSAN PENDIDIKAN KIMIA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA 2018




Tujuan


1. Memahami prinsip dasar metode gravimetri.
2. Menentukan kadar besi dalam garam mohr.

Dasar Teori


Gravimetri merupakan salah satu metode analisis terhadap kualitatif suatu zat atau komponen yang telah diketahui dengan cara mengukur berat komponen dalam keadaan murni setelah melalui proses pemisahan. Analisis gravimetri adalah proses isolasi dari pengukuran berat suatu unsure atau senyawa tertentu. Bagian terbesar dari penentuan secara analisis gravimetri meliputi transformasi unsure atau radikal kesenyawaan murni stabil yang dapat segera diubah menjadi bentuk yang dapat ditimbang dengan teliti. Metode gravimetrik memakan waktu yang cukup lama,adanya pengotor pada konstituen dapat diuji dan bila perlu faktor-faktor koreksi dapat digunakan (Khopkar,1998).
Analisis gravimetric merupakan salah satu divisi kimia analitik. Tahap pengukuran dalam metode gravimetri adalah penimbang. Analisinya secara fisik dipisahkan dari semua komponen lain dari sampek itu maupun dari pelarutnya. Pengendapan merupakan teknik yang paling luas penggunaanya untuk memisahkan analit dari pengganggu-pengganggu elektrolisis,ekstraksi pelarut,kromatografi dan volatilasi merupakan metode penting dalam pemisahan itu. Gravimetri merupakan penentapann kuantitas atau jumlah sampel melalui perhitungan berat zat. Sehingga dalam gravimetri produk harus dalam bentuk padatan (solid). Alat utama dalam gravimetri adalah timbangan dengan tingkat ketelitian yang baik. Dalam reaksi pembentukan endapan,dimana endapan merupakan sampel yang akan dianallisis,maka dengan cermat kita dapat memisahkan endapan dari zat-zat yang lain juga turut mengendap. Pencucian endapan merupakan tahap selanjutnya,proses pencucian pada umumnya dilakukan dengan menyaring endapan,dilakukan dengan cara membilasnya dengan air. Tahap ini adalah memurnikan endapan dengan cara menguapkan zat pelarut atau air yang masih ada didalam sampel,pemanasan atau pengeringan dalam oven lazim dilakukan. Akhirnya penimbangan sampel dapat dilakukan dan hasil penimbangan adalah kualitas sampel yang dianalisi. (Zulfikar,2010).
Metode gravimetric untuk analisis kuantitatif didasarkan pada stoikiometri reaksi pengendapan,yang secara umum dinyatakan dengan persamaan;
aA + pP ---à AaPp
dimana a adalah koefisien reaksi setara dari reaktan analit (A) dan p adalah koefisien reaksi setara dari reaktan pengendapan (P) dan AaPp adalah rumus molekul dari zat kimia hasil reaksi yang tergolong sulit larut (mengendap) yang dapat ditentukan beratnya dengan tepat setelah proses pencucian dan pengeringan. Penambahan reaktan P umumnya dilakukan secara berlebih agar dicapai proses pengendapan yang sempurna. Agar penetapan kualitas analit dalam metode gravimetri mencapai hasil yang mendekati nilai sebenarnya,harus memenuhi beberapa criteria yaitu proses pemisahan atau pengendapan analit dari komponen yang lainnya  berlangsung sempurna dan endapan analit yang dihasilkan diketahui dengan tepat komposisinya dan memiliki tingkat kemurnian yang tinggi,tidak bercampur dengan zat pengotor (Ibnu,2005).
Salah satu pemakaian metode gravimetri adalah penentuan besi (III) oksida dalam suatu sampel. Garam-garam besi (III),jika ditambah larutan ammonia akan mengendap menjadi oksida hidrat besi (Fe2O3.x H2O) mengikuti persamaan reaksi sebagai berikut;
(Fe(H2O))3+ +3NH3 ß----à Fe(H2O)3 (OH)3 + 3NH4+
Atau
Fe3+ + 3NH3 + 3H2O ß----à Fe(OH)3 +3NH4+    (Tim Penyusun Kimia Analisis,2015).
Oksida berair dari besi merupakan endapan mirip gelatin yang sangat tidak dapat larut dalam air (Ksp =10¯6). Koagulasi bahan koloid itu dibantu dengan mengendapkan didalam larutan panas. Endapan dicuci dengan air yang mengandung sedikit ammonium  nitrat untuk mencegah peptisasi. Penyaringan dilakukan dengan menggunakan  kertas saring (filter) cepat. Kertas itu dibakar habis dan endapan pada temperature yang cukup tinggi untuk menyingkirkan semua  air ( Underwood,1986)

Alat dan Bahan


A. Alat yang digunakan


1. Pengaduk
2. Kompor listrik + kasa
3. Corong + kertas saring
4. Erlenmeyer
5. Beaker drinking glass 250 mL
6. Krus porselen
7. Oven
8. Tungku pembakar (Muffle Furnace)
9. Gelas ukur 10 dan 100 mL

B. Bahan yang digunakan


1. Larutan HCL 1:1
2. Kristal garam mohr
3. Larutan ammonia 1:1
4. Larutan asam nitrat pekat
5. Larutan ammonium nitrat 1%

Cara kerja


1. Timbanglah  garam mohr ± 1,3 gram dan dimasukkan dalam beaker drinking glass 250 mL.
2. Larutkan dengan fifty mL akuades dan tambahkan 10 mL HCL 1:1.
3. Tambahkan two mL asam nitrat pekat,aduk dan panaskan hingga berwarna kuning (kira-kira 3-5 menit).
4. Larutan yang terbentuk diencerkan hingga book 200 mL (sambil dipanaskan kira-kira two menit),tambahkan sedikit demi sedikit larutan ammonia 1:1 secukupnya hingga terbentuk endapan yang konstan (permanen),sambil didinginkan supaya endapan sempurna.
5. Buang filtrate dengan cara disaring memakai kertas saring.
6. Sambil dipanaskan tambahkan 100 mL ammonium nitrat 1% kedalam endapan,kemudian disaring kembali filtratnya.
7. Ulangi langkah nomor six sampai iii kali (sampai filtrate bebas klorida).
8. Panaskan krus porselen dalam muffle furnace hingga diperoleh massa yang konstan.
9. Pindahkan endapan an kertas saring dalam krus porselen,kemudian keringkan dalam muffle furnace pada temparure 500˚C selama fifteen menit (sampai massa konstan).

0 Response to "Laporan Penentuan Besi (Iii) Oksida Secara Gravimetri"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel