Konteks Kimia Kehidupan

RESUME KIMIA KEHIDUPAN 
BIOLOGI-CAMPBELL EDISI KEDELAPAN JILID I


Disusun Oleh :
Nama Kelompok
1. Mahclisatul Qolbiyah 17307141011
2. Sahril Fadila 17307141021
3. Zulia Zunnatul thou 17307144007

Kelas : KIMIA B

A. Konteks Kimia Kehidupan

   Kimia dan biologi tidak dapat dipisahkan. Faktanya ada banyak zat kimia yang berada pada tubuh makhluk hidup. Sebagai contoh zat kimia yang dihasilkan oleh semut yang hidup di rongga batang pohon Duroia di hutan hujan amazon. Zat tersebut adalah asam format yang berperan sebagai disenfektan yang melindungi semut dari mikroba parasit. Semut pada pohon Duroia adalah spesies pertama yang menggunakan asam format sebagai herbisida. Penggunaanya merupakan tambahan informasi penting dalam daftar fungsi zat kimia dalam dunia serangga. Ilmuwan telah mengetahui bahwa zat kimia merupakan peranan penting bagi serangga dalam komunikasi, pemikatan pasangan, dan pertahanan terhadap serangga.
Senyawa adalah materi yang terdiri atas unsur-unsur kimia dalam bentuk murni maupun kombinasi yang disebut senyawa.
· Organisme tersusun atas materi (matter) yaitu segala sesuatu yang menempati ruang dan memiliki massa.
· Materi tersusun atas unsur (element) yaitu zat yang tidak dapat dipecah lagi menjadi zat lain oleh reaksi kimia. Setiap unsur memiliki simbol, biasanya satu atau dua huruf pertama dari namanya seperti Na untuk Natrium.
· Senyawa (compound) adalah zat yang terdiri dari dua atau lebih unsur berbeda yang berkombinasi dalam rasio tetap. Seperti NaCl untuk natrium klorida atau garam dapur.
Unsur esensial kehidupan yaitu unsur yang secara alami terdapat dalam tubuh organisme. Karbon, oksigen, hidrogen, dan nitrogen menyusun sekitar 96% materi kehidupan. Unsur kelumit (trace element) adalah unsur yang dibutuhkan oleh organisme hanya dalam jumlah yang sangat sedikit. Seperti besi (Fe) dibutuhkan oleh semua makhluk hidup namun hanya dalam jumlah sedikit.
Sifat suatu unsur bergantung pada struktur atom-atomnya
Atom adalah unit of measurement terkecil materi yang masih mempertahankan sifat suatu unsur.

1. Partikel subatom

Partikel subatom merupakan bagian terkecil yang menyusun atom. Partikel subatom terdiri dari tiga jenis yaitu :
- Proton (bermuatan positif, berada di inti atau nukleus atom)
- Elektron (bermuatan negatif, mengelilngi nukleus atom)
- Neutron (netral, bersama proton berada di inti atau nukleus atom)
Massa atom dan neutron nyaris identik, masing-masing sekitar 1,7x10 ̅24 gram. Angka tersebut mendekati 1 dalton. Sedangkan massa elektron hanya sekitar 1/2000 gram neutron atau proton.

2. Nomor atom dan Massa atom

    Nomor atom (atomic number) menunjukan jumlah proton, ditulis sebagai subcript (pangkat bawah) disebelah kiri simbol. Dalam keadaan netral nomor atom juga menunjukan jumlah elektron. Jika bermuatan maka elektron tersebut harus disesuaikan dengan muatannya.
Nomor massa merupakan penjumlaha antara proton dan neutron, ditulis sebagai supercript (pangkat atas) disebelah kiri simbol unsur. Misalnya  .
Nomor atom = proton = eletron = 2
Nomor massa = proton+neutron 
Neutron = nomor massa – proton = 4-2= 2
Isotop adalah atom-atom yang memilik jumlah proton yang sama. Contoh   dan  . Adapula isotop radioaktif yaitu : isotop dengan nukleus yang meluruh secara spontan melepaskan partikel dan energi. Yang menyebabkan perubahan jumlah proton. Contoh karbon radioaktif meluruh menjadi nitrogen. Isotop radioaktif berguna bagi kehidupan kita seperti menggunakan perunut radioaktif untuk memonitor proses biologis, dan alat diagnosis penting dibidang kedokteran. Selain itu ada juga dampak negatif dari penggunaan perunut radioaktif seperti pada debu radioaktif dari kecelakaan nuklir yang menjadi ancaman serius bagi lingkungan.

3. Tingkat Energi Elektron

    Energi adalah kapasitas yang menyebabkan perubahan misalnya dengan melakukan kerja. Energi potensial adalah energi yang dimiliki materi karena lokasi dan strukturnya. Energi yang dimiliki elektron sangat bervariasi. Tingkat energi suatu elektron berkorelasi dengan jarak rata-ratanya dari nukleus. Elektron ditemukan pada kulit atom (electron shells) yang berbeda masing-masing dengan jarak rata-rata dan tingkat energi yang khas. Elektron yang berada di kulit atom yang paling dekat dengan nukleus memiliki energi potensial yang rendah. Pada kulit kedua energi potensialnya lebih banyak, begitu pun seterusnya.
   Suatu elektron dapat berpindah ke kulit atom lain dengan menyerap atau melepas sejumlah energi yang setara dengan perbedaan energi potensial antara posisi di kulit lama dan di kulit yang baru. Ketika menyerap energi, elektron berpindah ke kulit yang jauh dari nukleus begitu pun sebaliknya.

4. Distribusi Elektron dan sifat kimia

    Prilaku kimiawi atom ditentukan oleh distribusi elektron dalam kulit-kulit elektron yang sangat bergantung pada jumlah elektron pada kulit terluarnya (elektron valensi atau valance electron). Sedangkan kulit terluar disebut kulit valensi (valance shells). Distribusi elektron tercermin pada tabel periodik unsur. Tabel periodik itupula dapat ditentukan sifat kimia dan sifat fisika suatu unsur. Misalnya pada tabel paling kanan bersifat tidak reaktif karena memiliki kulit valensi yang lengkap atau stabil.

5. Orbital Elektron

    Kita tidak akan pernah mengetahui lokasi tempat suatu elektron. Oleh karena itu, yang kita lakukan dengan orbital elektron. Orbital elektron adalah pendeskripsian ruangan berdimensi tiga, berbentuk spesifik merupakan komponen kulit elektron, tempat dimana elektron menghabiskan sebagian besar waktunya. Elektron menempati kulit elektron dengan tingkat energi tertentu, terdistribusi diantara sejumlah orbital spesifik dengan bentuk dan orientasi spesifik. Macam-macam orbital :
· Orbital s --à satu orbital (maksimal berisi two elektron)
· Orbital p --à tiga orbital (maksimal berisi half-dozen elektron)
· Orbital d --à lima orbital (maksimal berisi 10 elektron)
· Orbital f --à tujuh orbital (maksimal berisi xiv elektron)

0 Response to "Konteks Kimia Kehidupan"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel